Tutorial Konigurasi Mikrotik

Konfigurasi Router
1. Hubungkan terminal Anda dengan port ethernet 2 pada perangkat MikroTik menggunakan kabel UTP.
2. Buat jalur koneksi Telnet pada alamat 192.168.88.1.
3. Masukkan username “admin” pada Login dan biarkan Password kosong. Tekan Enter.
4. Ganti Hostname sesuai kebutuhan Anda.
5. Atur waktu pada perangkat MikroTik.
6. Tambahkan user baru.
Konfigurasi Wireless Di Router Mikrotik
1. Login ke router mikrotik via winbox, kemudian klik menu wireless di seblah kiri, lalu enable interface wifi. Setelah itu double click interface wifi pada menu wireless. Ubah parameter sebagai berikut :
• Mode : ap bridge (point to multi point) pilih ap bridge agar bias lebih dari satu client yang terkoneksi ke SSID wifi nya.
• Band :2GHz-B/G, band ini lebih stabil dan kompatibel dengan semua device,dan disesuaikan sama persis.
• Channel width : 20MHz, optional
• Frequency :2417,sesuaikan agar tidak bentrok dengan frequency yang kita gunakan melalui access point lain.
• SSID : Doviventuraz’s wifi,nama ini yang akan muncul ketika di scan di handphone atau laptop.
• Security profile : password,kita harus menyeting nya terlebih dahulu.
Lalu klik Apply dan OK.
2. Tambahkan password untuk wifi di tab menu Security profile, isi kolom nama, kemudian pilih Dynamic keys, kemudian klik WPA PSK & WPA 2 PSK di bagian Authhentication Types. Selanjutya isi password di kolom WPA Pre-Shared Key & WPA2 pre-Shared Key. Klik Apply OK.
Menambahkan IP Address di interface wifi mikrotik
3. Pada interface wifi yang sudah di konfigurasi, klik menu IP > Address List > klik (+) untuk menambahkan, kemudian isi IP address dan network address dan arahkan ke interface wlan1.
4. Klik DHCP setup, pada parameter DHCP server interface kita pilih interface wlan1 kemudian klik next-next sampai selesai.
5. Untuk melihat client yang sedang terkoneksi ke wifi, buka menu WIRELESS > tab Registration, di menu registration akan ditampilkan jumlah client yang terkoneksi, MAC address, interface wifi, uptime dan signal strength.

Pengertian dan Proses Enkapsulasi di Setiap Layer

  1. Pengertian

Enkapsulasi adalah suatu proses menambahkan header dan trailer pada sebuah data. Secara sederhana, ia juga bisa diartikan sebagai proses pemaketan data. Saat sebuah host mengirimkan data ke alat lain, ia akan melalui proses enkapsulasi. Data itu akan dibungkus dengan informasi protokol di tiap layer dari model OSI (Open System Interconnection).

Tiap layer hanya berkomunikasi dengan layer yang sama pada alat penerima. Untuk melakukan interaksi, layer-layer tersebut menggunakan PDU (Protocol Data Unit) yang menyimpan informasi pengontrol nan kemudian ditambahkan ke data di masing-masing layer. Mereka biasanya menempel pada header di depan field data, namun terkadang bisa ditemui di belakang.

Enkapsulasi terjadi saat protokol yang ada di layer terendah menerima data dari protokol yang berada di layer lebih tinggi dan meletakkan data ke format yang dipahami oleh protokol tersebut. Proses itu bersifat transparan. Maksudnya, suatu layer tidak perlu mengetahui jumlah layer lain yang ada di atas ataupun di bawahnya. Mereka hanya mengerjakan tugasnya masing-masing.

Pada pengirim, tugasnya, yaitu menerima data dari layer teratas, lalu mengolahnya sesuai dengan fungsi protokol. Selanjutnya, baru menambahkan header serta meneruskan ke lapisan di bawahnya. Sedangkan pada penerima, tugas tersebut ialah menerima data dari layer terbawah, kemudian mengolahnya sesuai fungsi protokol sebelum melepaskan header dan melanjutkannya ke layer teratas. Dari situ header dan data di layer sebelumnya akan dianggap sebagai data baru yang kemudian diberi header.

  1. Proses
  2. Proses Encapsulation ini hanya terjadi pada perangkat atau komputer pengirim.
  3. Tiap-tiap layer atau lapisan dari OSI Layer akan berkomunikasi dengan layer yang sama pada komputer penerima
  4. Proses dimulai dari layer aplikasi

Informasi yang inputkan oleh user dikonversi menjadi data yang akan ditransmisikan melalui network atau jaringan. Secara teknis pengguna komputer berkomunikasi melalui Application Processes Interfaces atau API, API bertugas menghubungkan aplikasi yang digunakan dengan  sistem operasi yang berjalan pada komputer.

Application layer bertugas untuk menentukan ketersediaan dari komponen yang diperlukan untuk melakukan komunikasi, mulai dari kesiapan koneksi sampai aturan-aturan terkait.

Sebagai catatan, bahwa aplikasi browser seperti IE bukanlah bagian dari layer aplikasi tetapi aplikasi browser  menggunakan application layer sebagai interface untuk terkoneksi dengan server tujuannya. Dengan kata lain ketika User melakukan browsing dengan menggunakan aplikasi  IE maka interface yang dipakai oleh IE untuk bisa terkoneksi dan berkomunikasi dengan server tujuan adalah layer atau lapidan aplikasi.

  1. Data diformat pada layer presentasi

Pada layer aplikasi, informasi dari user sudah dikonversi menjadi data. Kemudian pada Presentation Layer, data tersebut akan diformat menjadi bentuk yang umum agar bisa dipakai. Presentation layer menjadikan data yang dikirim nanti bisa dibaca dan diproses pada aplication layer yang ada pada komputer tujuan atau penerima.

Dengan kata lain layer presentasi ini bertindak sebagai penerjemah antara layer aplikasi pada komputer pengirim dengan layer aplikasi pada komputer penerima.

  1. Pengelompokan pada Session Layer

Setelah data diformat sedemikian rupa, maka tahap berikutnya adalah dimulainya proses transfer data. Sebelum proses transfer dilakukan,  session layer menandai masing-masing sesi atau proses transfer agar tidak membingungkan satu sama lain.

Session layer bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan komunikasi antara sumber dan tujuan dengan mengatur dialog antara keduanya. Session layer mengatur bagaimana caranya agar antara proses data yang satu dengan yang lainnya tidak tercampur. Ada tiga cara yang dipakai oleh session layer untuk menjaga tiap-tiap sesi, yaitu simplex, half duplex dan full duplex. Intinya, pada session layer data dari satu aplikasi seperti dikelompokan agar tidak tercampur dengan data dari aplikasi lainnya.

  1. Pemecahan data pada Transport Layer

      Setelah data diformat dan dikelompokan sehingga tidak akan tercampur dengan data aplikasi lainnya, Transport layer akan memecah data tersebut menjadi bagian-bagian yang disebut segment. Tiap segment tersebut nantinya akan diberi semacam nomor urut, sehingga nanti bisa.

Pada tahap ini, data diatur sedemikian rupa agar tidak sampai hilang tengah dijalan , dengan menggunakan semacan aturan atau protocol, sehingga data yang hilang bisa dikirimkan kembali. Pada layer ini ada dua protocol yang bekerja dalam mengatur bagaimana segment-segment tersebut diproses, kedua protocol tersebut adalah Transmission Control Protocol atau TCP dan User Datagram Protocol atau UDP.

  1. Pada Layer Network, Segment diubah menjadi Packet

Tiap-tiap Segmen yang dibentuk pada transport layer tadi diubah lagi menjadi packet. Packet ini berisikan segment serta alamat penerima dan pengirim. Alamat yang digunakan tersebut sifatnya logis yang dikenal dengan Internet Protocol address atau IP address. Biasanya alamat IP address ini digunakan jika kita ingin mengirimkan data ke komputer yang berbeda jaringan atau tidak berada dalam jaringan LAN yang sama.

 

 

Simulasi Menggunakan Cisco Packet Tracer

 

  1. Buat topologi jaringan sederhana seperti dibawah ini

  2. Kirimkan Complex-PDU dengan ketentuan sebagai berikut dari PC0 Menuju Server, lalu jalankan simulation

  3. Periksa apakah proses pengiriman sukses

  1. Klik pada simulation untuk melihat proses enkapsulasi data
  • PC0

Terjadi enkapsulasi yaitu di layer 4 berupa destination dan source port yaitu 80. Pada Layer 3 menambahkan data header source ip client (PC0) dan destination IP yaitu server. Pada layer 2 menambahkan header mac address client dan tujuannya (router). Dan menggunakan port FE0 pada layer 1.

  • Pada PC0 ke Router0

Dapat dilihat bahwa di router0 yang menerima PDU dari PC0, akan melakukan dekapsulasi sampai layer 3 karena pada dasarnya router hanya dapat dekapsulasi 3 layer. Router menerima layer 1 physical melalui FE0/0 , lalu layer 2 data link mac address dari pc ke router, dan layer 3 network berupa source ip dan destination ip.

Kemudian Router meng-enkapsulasi data dengan layer 3 yang sama, kemudian mac address dari router menuju server, dan merubah port yang digunakan yang dipakai untuk terhubung dengan server.

 

  • Router0 ke Server

Saat PDU masuk ke server, maka proses dekapsulasi akan terjadi sampai layer ke 7, namun pada simulasi kali ini kita hanya menggunakan lower layer yaitu sampai layer ke-4. Server akan dekapsulasi PDU yang diterima dari router. Pada layer 4 server akan memeriksa apakah ada aplikasi yang menggunakan port tersebut. Jikad ada maka server akan enkapsulasi PDU baru sesuai dengan request Client. Server akan enkapsulasi layer 4 yaitu transport layer Port 80, layer 3 source IP yaitu IP server dan destination IP adalah ip client, Layer 2 yaitu mac address server menuju router, dan layer 1 menggunakan port FE0. Lalu data akan dikirimkan melalui Router di dekapsulasi dan di enkapsulasi kembali oleh router untuk dikirimkan ke client yaitu PC0.


Referensi :

https://www.nesabamedia.com/pengertian-enkapsulasi-data/

http://www.pintarkomputer.com/proses-yang-terjadi-pada-saat-pengiriman-data-berdasarkan-7-osi-layer/